<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>yurinpaperless</title>
	<atom:link href="http://yuriornev.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuriornev.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2009 10:30:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yuriornev.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>yurinpaperless</title>
		<link>http://yuriornev.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yuriornev.wordpress.com/osd.xml" title="yurinpaperless" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yuriornev.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>DOA SEORANG AYAH KEPADA ANAKNYA</title>
		<link>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/24/doa-seorang-ayah-kepada-anaknya/</link>
		<comments>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/24/doa-seorang-ayah-kepada-anaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 10:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuriornev</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mahawarman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuriornev.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[A Soldier Prayer For His Son By General Douglas Mac Arthur Tuhanku… Aku mohon agar putraku jangan dipimpin di atas jalan yang mudah dan lunak, tetapi dibawah tekanan dan desakan, kesulitan dan tantangan Tuhanku… Bentuklah putraku supaya teguh dan berdiri di atas badai Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat Untuk mengetahui manakala dia lemah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=49&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>A Soldier Prayer For His Son</strong></p>
<p align="center"><strong>By General Douglas Mac Arthur</strong></p>
<p>Tuhanku…</p>
<p>Aku mohon agar putraku jangan dipimpin di atas jalan yang mudah dan lunak, tetapi dibawah tekanan dan desakan, kesulitan dan tantangan</p>
<p>Tuhanku…</p>
<p>Bentuklah putraku supaya teguh dan berdiri di atas badai</p>
<p>Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat</p>
<p>Untuk mengetahui manakala dia lemah, dan berani untuk menghadapi dirinya manakala dia takut, manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahannya</p>
<p>Jujur dan rendah hati serta  berbudi halus dalam kemenangan</p>
<p>Bentuklah putraku agar hasratnya tidak pernah mati,</p>
<p>Putraku yang selalu mengetahui  Engkau dan insyaf bahwa mengenal dirinya sendiri adalah landasan pengetahuan.</p>
<p>Tuhanku…</p>
<p>Bentuklah putraku menjadi manusia yang hatinya jernih, serta cita-citanya tinggi</p>
<p>Putra yang sanggup memimpin dirinya sendiri sebelum berhasrat memimpin orang lain</p>
<p>Putra yang menjangkau hari depan namun tidak pernah melupakan masa lampau</p>
<p>Berilah kerendahan hati agar dia tetap sederhana dan menjunjung keagungan hakiki, pikiran cerah dan terbuka bagi sumber kearifan dan kelembutan juga pada kekuatan</p>
<p>Dengan demikian aku ayahnya akan memberanikan diri dan berbisik</p>
<p>“Hidupku tidak sia-sia.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuriornev.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuriornev.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuriornev.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuriornev.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuriornev.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuriornev.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuriornev.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuriornev.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuriornev.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuriornev.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuriornev.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuriornev.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuriornev.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuriornev.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=49&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/24/doa-seorang-ayah-kepada-anaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9adc2f35c04a700767ce758720f252bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuriornev</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuliah GMD-Prof. Bambang Sutjiatmo part 2</title>
		<link>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/23/kuliah-gmd-prof-bambang-sutjiatmo-part-2/</link>
		<comments>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/23/kuliah-gmd-prof-bambang-sutjiatmo-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 14:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuriornev</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yurin&#039;s Philosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuriornev.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah-&#62;kuliah-&#62;kuliah dan ngantuk-&#62;ngantuk-&#62;ZZZzzzzzz Ada suatu permasalahan tentang isi dari kuliah. Beliau berkata bahwa permasalahan tersebut tidak perlu dipecahkan.Walah kok malah tidak dipecahkan?lah, jadinya kita gak tau dunkz asal muasalnya darimana?Jadi tambah aneh aza nie kelas, tapi untungnya dapat wejangan lagi.hehehe. Pembahasan kali ini mengenai MASALAH. Beliau berkata : &#8221; Apakah definisi dari masalah?&#8221; Salah seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=47&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah-&gt;kuliah-&gt;kuliah dan ngantuk-&gt;ngantuk-&gt;ZZZzzzzzz</p>
<p>Ada suatu permasalahan tentang isi dari kuliah. Beliau berkata bahwa permasalahan tersebut tidak perlu dipecahkan.Walah kok malah tidak dipecahkan?lah, jadinya kita gak tau dunkz asal muasalnya darimana?Jadi tambah aneh aza nie kelas, tapi untungnya dapat wejangan lagi.hehehe.</p>
<p>Pembahasan kali ini mengenai <strong>MASALAH</strong>. Beliau berkata : &#8221; Apakah definisi dari masalah?&#8221;</p>
<p>Salah seorang dari HMM 2007 menjawab: &#8221; Sesuatu yang harus dipecahkan.&#8221; beuh???singkat padat tapi belum tepat sama sekali. Sayang kurang beruntung, bung!</p>
<p>Beliau bertanya kembali: &#8221; Apakah soal-soal yang rumit dari elektronika(misalnya mata kuliah medan.emang mata kuliah medan beneran sulit ya?hahaha) menjadi masalah?&#8221; . &#8220;Untuk yang kuliah di teknik elektro mungkin bisa menjadi masalah, namun untuk yang kuliah di teknik mesin, teknik kimia, apalagi seni rupa, apakah menjadi masalah?&#8221;</p>
<p>Hmmmm, bener juga. Kalo hal yang bukan menjadi urusanku berarti bukan masalahku?(batinku). Beliau membenarkan bahwa definisi masalah adalah:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;Masalah adalah segala hal yang timbul akibat keinginan tidak sesuai dengan kenyataan&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:left;">So, masalah akan timbul dari diri kita ketika keinginan tidak sesuai dengan kenyataan atau ketika lebih tinggi pasak daripada tiang. Kalau tidak punya keinginan pasti masalah tidak akan pernah timbul. Lalu masalah itu apa? Segala daya upaya atau cost yang harus dibayar untuk mencapai apa yang ingin kita capai. Jangan pernah berharap terlalu tinggi bahwa cost yang diberikan akan sesuai atau Break Event Point(BEP) dengan keinginan kita karena sesungguhnya yang menentukan keinginan kita terkabul atau tidak hanyalah Allah.</p>
<p style="text-align:left;">Ohya, sebelumnya ada juga yang punya idealis bahwa masalah harus dihadapi alias hukum haramnya untuk dihindari. Saya rasa hal tersebut sedikit keliru! Manusia diciptakan berbeda-beda dan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terserah sich, kalau masalah tetap mau dihadapi!yang jelas untuk menghindari atau mengurangi masalah cukup dengan tidak mempunyai atau mengurangi tingkat KEINGINAN. Kesimpulannya kalau tidak mau ada masalah tidak perlu ada keinginan. Namun jika manusia tidak punya keinginan dan harapan, apakah masih pantas disebut manusia yang hidupnya tidak hanya berpatokan pada naluri saja, namun juga disetir oleh otak dan akal sehat. THINK!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuriornev.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuriornev.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuriornev.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuriornev.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuriornev.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuriornev.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuriornev.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuriornev.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuriornev.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuriornev.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuriornev.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuriornev.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuriornev.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuriornev.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=47&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/23/kuliah-gmd-prof-bambang-sutjiatmo-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9adc2f35c04a700767ce758720f252bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuriornev</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuliah GMD-Prof. Bambang Sutjiatmo part 1</title>
		<link>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/23/kuliah-gmd-prof-bambang-sutjiatmo-part-1/</link>
		<comments>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/23/kuliah-gmd-prof-bambang-sutjiatmo-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 10:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuriornev</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yurin&#039;s Philosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuriornev.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Prof. Bambang Sutjiatmo, ( Mata Kuliah-Getaran Mekanik Dasar) Waktu itu pakde Bambang sedang menjelaskan tentang gerak harmonik sederhana dan beliau juga menanyakan tentang tugas yang telah diberikan beliau apakah ada kesulitan atau gak. Ternyata, satu kelas gak ada yang mengerjakan. Hahaha, abisnya tidak dikumpulkan sich&#8230;(maklum, mahasiswa sekarang orientasinya apakah ngaruh di DNA atau gak bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=42&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prof. Bambang Sutjiatmo,</p>
<p>( Mata Kuliah-Getaran Mekanik Dasar)</p>
<p>Waktu itu pakde Bambang sedang menjelaskan tentang gerak harmonik sederhana dan beliau juga menanyakan tentang tugas yang telah diberikan beliau apakah ada kesulitan atau gak. Ternyata, satu kelas gak ada yang mengerjakan. Hahaha, abisnya tidak dikumpulkan sich&#8230;(maklum, mahasiswa sekarang orientasinya apakah ngaruh di DNA atau gak bukan mengerti atau gak). Maklumlah tuntutan zaman, abisnya visinya menjadi pekerja bukan orang yang menciptakan pekerjaan.</p>
<p>Kembali ke topik, hmmm&#8230; beliau bilang, &#8221; Kalian itu kalau disuruh mengerjakan malah tidak mengerjakan, kalau gak disuruk malah menegrjakan. &#8221; HAHAHA. Berarti apa kesimpulannya? ternyata memang dasarnya anak ITB yang punya sifat pemberontak. Tapi, gak hanya anak ITB aja sich, kebanyakan orang Indonesia memang berprinsip seperti itu yang ekuivalensinya seperti kalimat &#8220;Peraturan diciptakan untuk dilanggar.&#8221; Nah lho, makin berantakan aja kehidupan ini. Jadi, apa fungsinya peraturan kalo dilanggar? Kalau menurut aku sich, kita tetapin dulu tujuan membuat peraturan itu. Misalnya: kita berharap tidak ada orang yang merokok. Nah, kalau menetapkan peraturan itu, yang terpenting apakah tujuannya atau prosesnya? Dua-duanya sich penting, tapi lebih penting lagi kita menetapkan tujuannya. Nah, kalau kita tahu bahwa dengan adanya peraturan justru malah dilanggar, kenapa kita tidak membuat aturan dari negasi aturan tersebut, misalnya : silahkan merokok!??? Nah, itulah sayangnya kalau berurusan dengan manusia. Allah memang maha kreatif, manusia ada yang diciptakan tipe1:patuh kepada perintah, tipe2:melawan perintah, dan tipe3:mengabaikan perintah. Sayangnya kita tidak bisa membuat peraturan: &#8220;dilarang merokok!untuk yang suka taat peraturan&#8221;, &#8220;silahkan merokok!untuk yang suka melawan peraturan&#8221;, nah repotnya untuk yang mengacuhkan peraturan nie, enaknya diapain yach???yaudah orang yang bertipe 3 ini justru disarankan yang membuat peraturan. Orang tipe3 masah bodoh dengan sekitarnya bahkan dengan apa yang telah dia lakukan. Kebanyakan orang tipe3 tidaklah merugikan namun tidaklah menguntungkan, sayangnya orang-orang seperti ini jumlahnya terlalu banyak.</p>
<p><strong>Orang merugikan bisa dijadikan menguntungkan, tapi kalau orang tidak bisa digunakan mo diapaain?</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuriornev.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuriornev.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuriornev.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuriornev.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuriornev.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuriornev.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuriornev.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuriornev.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuriornev.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuriornev.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuriornev.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuriornev.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuriornev.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuriornev.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=42&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/23/kuliah-gmd-prof-bambang-sutjiatmo-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9adc2f35c04a700767ce758720f252bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuriornev</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>High Attitude or High Intelligent?</title>
		<link>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/12/high-attitude-or-high-intelligent/</link>
		<comments>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/12/high-attitude-or-high-intelligent/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 08:44:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuriornev</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yurin&#039;s Philosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuriornev.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah Pengukuran Teknik(ZA) 12 Oktober 2009 Ketika Pak Zaenal sedang memberikan kuliah tentang EFEK PEMBEBANAN pada mata kuliah Pengukuran Teknik, tiba-tiba ada salah seorang mahasiswa datang terlambat ke kelas tanpa izin terlebih dahulu. Beliau kemudian berkata sbb: &#8221; Di dunia Industri lebih dibutuhkan orang yang kurang pandai namun attitudenya baik daripada orang jenius namun tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=39&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah Pengukuran Teknik(ZA) 12 Oktober 2009</p>
<p>Ketika Pak Zaenal sedang memberikan kuliah tentang EFEK PEMBEBANAN pada mata kuliah Pengukuran Teknik, tiba-tiba ada salah seorang mahasiswa datang terlambat ke kelas tanpa izin terlebih dahulu. Beliau kemudian berkata sbb:</p>
<p>&#8221; Di dunia Industri lebih dibutuhkan orang yang kurang pandai namun attitudenya baik daripada orang jenius namun tidak punya aturan alias seenaknya sendiri&#8221;, kata ZA.</p>
<p>HAH?Berarti industri lebih butuh anjing daripada orang dunkz yang notabene suka seenaknya sendiri?</p>
<p>Hohoho, bisa dibilang aku setuju gak setuju sich!bila dicermati lebih lanjut rasanya kurang pas saja. Mungkin itu hanya berlaku di Indonesia. Bisa dibilang orang Indonesia merupakan orang yang notabene sombong/angkuh/congkak/ apalah apabila punya kelebihan.Hmmm, sebenarnya kalau menurutku Attitude berbanding lurus dengan Intelligent. Kalau orang yang Intelligennya bagus, seharusnya orang tersebut dalam melakukan setiap tindak tanduk harus berpikir terlebih dahulu khan?Nah, aku rasa dengan cara berpikir yang cepat dan tepat seorang yang pandai pasti akan bisa menunjukkan sikap yang baik.</p>
<p>Untuk orang yang berintelligensia rendah, pasti akan mempunyai pola pikir yang sebaliknya. Mengeksekusi terlebih dahulu kemudian diiterasi ke dalam otak. Namun, ada juga manusia yang berintelligensia rendah tetapi memiliki attitude yang bagus. Jadi, tidak pernah ada orang yang berintelligensia tinggi namun sikapnya layaknya preman di pasar(seenaknya sendiri).Nah, kamu termasuk orang yang mana?</p>
<ol>
<li>Orang yang tingkat intelligensianya dan attitude tinggi.</li>
<li>Orang yang tingkat intelligensianya rendah namun attitudenya bagus</li>
<li>Orang yang tingkat intelligensianya dan attitudenya rendah</li>
</ol>
<p>Tentunnya tidak ada satupun diantara kita yang menginginkan nomer tiga. Sayangnya masih banyak yang mengngaku bahwa dirinya berintelligensia tinggi,namun attitudenya rendah. nonsense!</p>
<p><strong>Kata-kata mutiara terakhir yang jadi penutup:</strong></p>
<p>&#8220;No Pain, No Gain&#8221;</p>
<p>&#8220;Nothing is interesting if you are not interested&#8221;, or &#8221; Nothing is interested if you are not interesting.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuriornev.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuriornev.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuriornev.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuriornev.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuriornev.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuriornev.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuriornev.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuriornev.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuriornev.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuriornev.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuriornev.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuriornev.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuriornev.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuriornev.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=39&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/12/high-attitude-or-high-intelligent/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9adc2f35c04a700767ce758720f252bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuriornev</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RANGKUMAN BAB II MANAJEMEN EKONOMI&amp;KEREKAYASAAN</title>
		<link>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/08/rangkuman-bab-ii-manajemen-ekonomikerekayasaan/</link>
		<comments>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/08/rangkuman-bab-ii-manajemen-ekonomikerekayasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 10:59:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuriornev</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajamen Ekonomi Kerekayasaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuriornev.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[  SUMMARY CHAPTER II INTRODUCTION “Time value of money” merupakan prinsip yang menyatakan bahwa uang yang kita miliki saat ini  nilainya akan mengalami suatu penurunan di masa yang akan datang atau bisa jadi akan mengalami penaikan di masa yang akan datang jika kita bandingkan dengan suatu barang. INTEREST:THE COST OF MONEY Interest rate merupakan nilai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=29&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<h1>SUMMARY CHAPTER II</h1>
<h2>INTRODUCTION</h2>
<p>“<em>Time value of money” </em>merupakan prinsip yang menyatakan bahwa uang yang kita miliki saat ini  nilainya akan mengalami suatu penurunan di masa yang akan datang atau bisa jadi akan mengalami penaikan di masa yang akan datang jika kita bandingkan dengan suatu barang.</p>
<h2>INTEREST:THE COST OF MONEY</h2>
<p>Interest rate merupakan nilai persentase  yang secara periodik ditambahkan pada sebuah jumlah atau beberapa jumlah yang bervariasi dari uang dalam selang waktu tertentu. Interest sendiri merupakan jumlah yang harus ditambahkan sehingga nilai uang saat ini sama dengan nilai uang pada saat yang akan datang.</p>
<p>Misalnya, jika kita mempunyai $100 dan ingin membeli kulkas seharga $100. Jika kita memutuskan untuk membeli sekarang maka akan rugi. Namun, bila diinvestasikan selama setahun dengan  bunga 6% per tahun maka kita akan memperoleh keuntungan sebesar $ 6.Jadi, lebih baik beli tahun depan. Tetapi, jika harga kulkas tahun depan naik 8% dengan bunga yang tetap maka kita akan merugi 2$. Jadi, lebih baik membeli kulkas saat ini daripada tahun depan. Dari contoh ini, dalam menentukan decision making kita harus menghubungkan earning power dan purchasing power dalam konsep waktu.</p>
<p>Ada beberapa elemen dalam menentukan interest yakni principal(uang yang diinvestasikan atau dipinjamkan dalam transaksi), interest rate, interest period, number of interest period, a plan for reciepts of, disbursements, dan future amount of money.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Simple interest </span>adalah praktik dari interest rate hanya pada jumlah awal</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Compound interest</span> adalah praktik dari interest rate ke jumlah awal dan ke akumulasi interest sebelumnya yang belum ditarik dari jumlah awal. Jenis ini yang sering digunakan.</p>
<p>Formula:           <img class="size-full wp-image-30 alignnone" title="Untitled" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/untitled.jpg?w=495" alt="Untitled"   /></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="120" valign="top">F= future sum</td>
<td width="211" valign="top">i= interest rate</td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">P= present sum</td>
<td width="211" valign="top">N= number of period which interest is compound</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Cash flow diagram</em> merupakan representasi visual dari kas masuk dan keluar sepanjang timeline tertentu. Lima pola cash flow adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Single payment =&gt; A single present or future cash flow</li>
<li>Uniform series =&gt; aliran dari jumlah yang sama pada interval regular</li>
<li>Linear gradient series =&gt; aliran yang meningkatkan atau menurunkan sebuah persentasi pasti pada interval regular</li>
<li>Geometric gradient series =&gt; aliran yang meningkatkan atau menurunkan sebuah persentasi tetap pada interval regular</li>
<li>Uneven series=&gt; deret dari flow yang tidak meliputi pola-pola sebelumnya. Namun, pola-pola tersebut mungkin dideteksi dari deret-deret sebelumnya. </li>
</ol>
<h2>EKIVALENSI EKONOMIK</h2>
<p>Ekivalensi ekonomik terdapat di antara cash flow individual atau pola cash flow yang memiliki nilai yang sama . Meskipun jumlah dan waktu dari cash flow mungkin berbeda, interest rate yang sesuai membuatnya setara.</p>
<h2>FORMULASI INTEREST:SINGLE CASH FLOW</h2>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-31" title="Untitled1" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/untitled1.jpg?w=495" alt="Untitled1"   /></p>
<h2>UNEVEN PAYMENT SERIES</h2>
<p>Atau bisa disebut sebagai deret cash flow yang tidak genap. Seri ini terjadi pada  saat tidak ada pola yang yang jelas mengenai deret  pada cash flow .</p>
<h2>COMPOSITE CASH FLOW</h2>
<p>Pada beberapa proyek pengembangan  kadang ditemui beberapa komponen dari cash flow yang tidak terdapat salah satu dari pola yang telah ada. Konsekuensi dibutuhkan perluasan analisis untuk mengatasi masalah ini. Ada dua metode yang dapat dilakukan</p>
<ol>
<li>Metode 1 : “Brute force” approach(pendekatan tanpa pandang bulu) digunakan untuk menggandakan pembayaran oleh faktor-faktor yang tepat(P/F, 10%, n) kemudian menjumlahkan produk untuk memperoleh “present worth” dari cash flow.</li>
<li>Metode 2  :  Mengelompokkan komponen cashflow sesuai dengan tipe yang cocok, seperti single payment, equal payment series, dll.</li>
</ol>
<h2>EQUAL PAYMENT &amp; GARADIENT SERIES</h2>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-34" title="Untitled2" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/untitled21.jpg?w=495" alt="Untitled2"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuriornev.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuriornev.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuriornev.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuriornev.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuriornev.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuriornev.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuriornev.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuriornev.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuriornev.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuriornev.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuriornev.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuriornev.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuriornev.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuriornev.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=29&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/08/rangkuman-bab-ii-manajemen-ekonomikerekayasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9adc2f35c04a700767ce758720f252bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuriornev</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/untitled.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/untitled1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/untitled21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MICROHYDRO</title>
		<link>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/08/microhydro/</link>
		<comments>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/08/microhydro/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 05:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuriornev</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuriornev.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[  BAB  I PENDAHULUAN   1.1    Latar Belakang Pembuatan Karya Dewasa ini energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok bagi umat manusia. Kemajuan suatu negara dapat diukur dari tingkat pemakaian energi listriknya. Seiring perkembangan zaman maka kebutuhan akan energi listrik sudah kian mendesak, bukan hanya untuk masyarakat perkotaan saja tetapi masyarakat pedesaan juga sangat memerlukan energi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=13&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>BAB  I</p>
<h2>PENDAHULUAN</h2>
<p align="center"> </p>
<h1>1.1    Latar Belakang Pembuatan Karya</h1>
<p>Dewasa ini energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok bagi umat manusia. Kemajuan suatu negara dapat diukur dari tingkat pemakaian energi listriknya. Seiring perkembangan zaman maka kebutuhan akan energi listrik sudah kian mendesak, bukan hanya untuk masyarakat perkotaan saja tetapi masyarakat pedesaan juga sangat memerlukan energi listrik untuk keperluan sehari-hari. Di sisi lain, negara yang dalam hal ini perusahaan listriknya yaitu PT. PLN (Persero) dalam memenuhi kebutuhan listrik kepada masyarakat selama ini mempunyai kendala besar yaitu masih kurang meratanya pasokan listrik khususnya daerah-daerah pedesaan yang sulit dijangkau (daerah terisolir). Jauhnya beban listrik yang berada di pedesaan menyebabkan kurang ekonomis jika harus dibangun infra struktur di pedesaan, sementara pemakai listriknya tidak banyak.</p>
<p>Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membangun pembangkit listrik lokal skala kecil yang dimanfaatkan khusus untuk daerah tersebut. Satu diantaranya adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro, karena seperti diketahui bahwa Indonesia yang terletak di daerah tropis mempunyai potensi air yang besar yang dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. selain itu bahwa Indonesia adalah negara agraris yang dalam pengelolaanya banyak menggunakan sistem pengairan atau irigasi. Irigasi ini selain untuk keperluan pertanian juga dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik bagi masyarakat pedesaan. Pembangkit listrik ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro, karena dalam pembangkitan energi listriknya menggunakan tenaga hidro tetapi dalam skala kecil (mikro).</p>
<p>Penggunaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro selain membantu membangkitkan energi listrik khususnya bagi masyarakat pedesaan juga mempunyai kelebihan yaitu sumber daya yang digunakan yaitu air merupakan sumber daya yang terbarukan dan gratis, di samping itu juga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga dapat dikatakan bahwa pembangkit listrik tenaga mikro hidro adalah pembangkit listrik yang ekonomis dan ramah lingkungan.</p>
<p> </p>
<p><strong>1.2    </strong><strong>Tujuan Penelitian/ manfaat karya</strong></p>
<p>Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan melakukan uji simulasi pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang dapat digunakan untuk keperluan masyarakat di pedesaan khususnnya akan diaplikasikan didesa Garongan Turi Sleman untuk penerangan perikanan dan rumah tangga.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p align="center"><strong>BAB II</strong></p>
<p align="center"><strong>DASAR TEORI</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.1 Energi Hidro<em> </em></strong></p>
<p>Potensi tenaga air dan pemanfaatannya pada umumnya berbeda-beda jika dibandingkan dengan penggunaan tenaga yang lain misalnya bahan bakar fosil. Hal ini dikarenakan antara lain:</p>
<ol>
<li>Sumber tenaga air secara teratur dibangkitkan kembali karena proses pemanasan lautan oleh penyinaran matahari, sehingga merupakan suatu sumber yang secara siklis diperbaharui. Oleh karena itu tenaga air disebut sebagai suatu sumber energi yang terbarukan.</li>
<li>Potensi tenaga air secara keseluruhan relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah sumber bahan bakar fosil, sekalipun misalnya seluruh potensi tenaga air ini dapat dikembangkan sepenuhnya.</li>
<li>Penggunaan tenaga air  pada umumnya merupakan pemanfaatan multiguna, karena biasanya dikaitkan dengan irigasi, pengendalian banjir, perikanan, rekreasi, dan navigasi. Bahkan sering terjadi bahwa pembangkitan tenaga listrik hanya merupakan manfaat sampingan, misalnya dengan irigasi atau pengendalian banjir sebagai penggunaan utama.</li>
<li>Pembangkitan tenaga listrik dari tenaga air dilakukan tanpa ada perubahan temperatur. Dalam hal ini tidak ada peningkatan temperatur yang dikarenakan adanya suatu proses pembakaran bahan bakar. Karenanya mesin hidro mempunyai masa manfaat yang biasanya lebih lama dibandingkan mesin-mesin thermis.</li>
</ol>
<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-14" title="gambar1" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar1.jpg?w=495" alt="gambar1"   /> </p>
<p>Gambar 1.  Aliran sungai yang berpotensi untuk dikembangkan pembangkit listrik</p>
<p align="left"> tenaga mikro hidro.</p>
<p> </p>
<p>Pada dasarnya dapat dikemukakan adanya tiga faktor utama dalam penentuan pemanfaatan suatu potensi sumber tenaga air untuk pembangkitan tenaga listrik, yaitu:</p>
<ol>
<li>Jumlah air yang tersedia, yang merupakan fungsi dari jatuh hujan,</li>
<li>Tinggi terjun yang dapat dimanfaatkan, yang tergantung dari topografi daerah tersebut, dan</li>
<li>Jarak lokasi yang dapat dimanfaatkan terhadap adanya pusat-pusat beban atau jaringan transmisi.</li>
</ol>
<p>Gambar 2 memperlihatkan lengkung tinggi sebuah sungai sebagai fungsi jarak terhadap sumber atau awal sungai itu. Pada awal sungai (pada jarak nol), tinggi sungai adalah H. Lengkung (a) memperlihatkan fungsi tersebut dari sebuah sungai yang ideal, yang menuruni lereng gunung  menurun secara beraturan. Akan tetapi dalam kenyataanya tidaklah demikian. Kurva yang terbentuk biasanya lebih mendekati bentuk menurut lengkung (b), yaitu bentuk sebuah sungai biasa, yang pada titik C mempunyai sebuah air terjun dan pada titik D sebuah danau. Sungai pada akhirnya akan bermuara di laut.</p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-16" title="gambar2" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar21.jpg?w=495&#038;h=376" alt="gambar2" width="495" height="376" /></p>
<p>Gambar 2. Tinggi sungai sebagai fungsi jarak.</p>
<p> </p>
<p>Sebagaimana diketahui dalam ilmu fisika, bahwa setiap benda yang berada di atas permukaan bumi mempunyai energi potensial yang memenuhi persamaan berikut:</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-23" title="Gmabar" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gmabar.jpg?w=495&#038;h=509" alt="Gmabar" width="495" height="509" /></p>
<p>Diantara data-data primer yang diperlukan untuk suatu survei dapat disebutkan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Jumlah energi yang secara teori dapat diperoleh setahun dalam kondisi-kondisi tertentu di musim hujan dan musim kering.</li>
<li>Jumlah daya pusat listrik yang akan dipasang, dengan memperhatikan apakah pusat listrik itu akan dipakai untuk beban dasar atau beban puncak.</li>
</ol>
<p align="center"> <img class="aligncenter size-full wp-image-17" title="Gambar3" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar31.jpg?w=495&#038;h=376" alt="Gambar3" width="495" height="376" /> </p>
<p align="center"> Gambar 3. Skema danau dengan bendungan dan pipa pesat.</p>
<p align="center"> </p>
<p>Gambar 3 menunjukkan secara skematis tepi sebuah danau dengan sebuah bendungan besar A. Dari bendungan ini melalui sebuah saluran terbuka dan bendungan ambil air B, air dimasukkan ke dalam pipa tekan, yang membawa air ke turbin air melalui sebuah katup. Untuk mengantisipasi adanya perubahan beban yang mendadak terutama bilamana beban secara tiba-tiba jatuh sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada pipa tekan, maka dibuat sebuah tangki pendatar pada pipa tekan tersebut, sebagaimana terlihat pada gambar 4. Di sebelah atas pipa tekan itu ialah terbuka, sedang tepi atasnya terletak lebih tinggi dari permukaan air yang tertinggi. Dengan demikian, bilamana terjadi bahwa beban jatuh secara mendadak, energi kinetik air yang mengalir itu dapat ditampung atau dinetralisir oleh tangki pendatar.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-21" title="gambar4" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar41.jpg?w=495&#038;h=376" alt="gambar4" width="495" height="376" /></p>
<p>Gambar 4. Skema danau dengan tangki pendatar dan pipa pesat.</p>
<p> </p>
<p>Di antara jenis-jenis bendungan yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air ialah bendungan busur, bendungan gravitasi, bendungan urugan, bendungan kerangka baja, dan bendungan kayu. Sedang berdasarkan jenis bendungan urugan dikenal bendungan urugan batu dan bendungan urugan tanah. Bendungan gravitasi pada dasarnya menahan kekuatan-kekuatan luar seperti tekanan air dan sebagainya dengan beratnya dan beban matinya. Kebanyakan bendungan yang digunakan di Indonesia adalah bendungan jenis ini.</p>
<p>Ditinjau dari segi dinamikanya, bendungan busur menahan kekuatan-kekuatan luar terutama dengan aksi kekuatan busur. Dilihat dari struktur dan bentuknya, bendungan busur dapat dibagi dalam jenis jari konstan, jenis sudut konstan, dan jenis kubah. Bendungan rongga memiliki struktur yang dapat menahan gaya luar, pada bidang atau busur berganda dan menyalurkan gaya ini ke pondasi melalui sangganya. Bendungan ini umumnya dibuat dari beton bertulang.</p>
<p>Di antara jenis-jenis turbin air yang diterapkan dalam pembangkitan tenaga listrik adalah turbin impuls dan turbin reaksi. Turbin impuls disebut juga roda pelton. Turbin impuls pada dasarnya terdiri atas sebuah roda dengan mangkuk-mangkuk yang dipasang di pinggir roda. Roda ini berputar karena mendapat tekanan dari semprotan air.</p>
<p>Di antara turbin reaksi yang banyak diterapkan dalam pembangkitan tenaga listrik ialah tiurbin Francis dan turbin Kaplan. Turbin jenis ini dibuat sedemikian rupa sehingga rotor bekerja karena tekanan aliran air dengan tinggi terjun. Turbin baling-baling juga termasuk jenis ini. Turbin reaksi yang dapat dipakai sebagai pompa dengan membalik arah putaran rotor dinamakan turbin pompa balik, hal ini diperlukan untuk pembangkit listrik tenaga air jenis pompa.</p>
<p>Pengaturan air dalam pipa tekan dilakukan dengan katup. Katup yang dipasang dibangunan masuk dinamakan katup masuk. Janis-jenis katup yang dipakai sebagai katup masuk adalah katup kupu, katup putar, katup jarum, katup rotor dan katup pintu air. Pemilihan jenis katup antara lain dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan berikut:</p>
<ol>
<li>Pada waktu diadakan pemeriksanaan atau inspeksi dan pembongkaran turbin air, katup masuk memperpendek waktu berhentinya pengaliran air dan tidak mengganggu bekerjanya turbin-turbin air lainnya.</li>
<li>Jika turbin air berhenti, katup masuk mengurangi bocoran air dari turbin air.</li>
<li>Dalam hal tekanan minyak hilang atau ada kesulitan lainnya, katup masuk merupakan pengaman dalam menghentikan turbin.</li>
</ol>
<p> </p>
<p><strong>2.2 Sumber Daya Hidro Dunia<em> </em></strong></p>
<p>Menurut perkiraan, potensi tenaga air yang dapat diperoleh secara teoritis ialah 48,23 x 10<sup>12</sup> kWh per tahun, atau 11.011 GW, jika diperhitungkan faktor kapasitas sebesar 50%. Dari jumlah ini potensi secara teknis dapat dikembangkan diperkirakan sebanyak 19,39 x 10<sup>12</sup> kWh, atau 4.426 GW, atau 40,2%. Jumlah PLTA yang beroperasi dalam tahun 1979 diperkirakan sebanyak 734 GW dengan produksi 3,21 x 10<sup>12</sup> kWh atau 6,7% dari potensi teoritis.</p>
<p> </p>
<p align="center">Tabel 1. Perkiraan potensi tenaga hidro dunia</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="67">
<p align="center">Wilayah</p>
</td>
<td colspan="2" width="98">
<p align="center">Potensi Teoritis</p>
</td>
<td colspan="2" width="98">
<p align="center">Potensi Teknis</p>
</td>
<td colspan="2" width="98">
<p align="center">PLTA Beroperasi</p>
</td>
<td colspan="2" width="98">
<p align="center">Dalam Konstruksi</p>
</td>
<td colspan="2" width="98">
<p align="center">Direncanakan</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">
<p align="center">10<sup>12</sup> kWh</p>
</td>
<td width="49">
<h5><strong>GW</strong></h5>
</td>
<td width="49">
<p align="center">10<sup>12</sup> kWh</p>
</td>
<td width="49">
<p align="center">GW</p>
</td>
<td width="49">
<p align="center">10<sup>12</sup> kWh</p>
</td>
<td width="49">
<p align="center">GW</p>
</td>
<td width="49">
<p align="center">10<sup>12</sup> kWh</p>
</td>
<td width="49">
<p align="center">GW</p>
</td>
<td width="49">
<p align="center">10<sup>12</sup> kWh</p>
</td>
<td width="49">
<p align="center">GW</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">
<p align="center">Afrika</p>
<p align="center">Amerika Utara</p>
<p align="center">Amerika Latin</p>
<p align="center">Asia</p>
<p align="center">Oseania, Australia</p>
<p align="center">Eropa</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">10,12</p>
<p align="center">6,15</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">5,67</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">16,49</p>
<p align="center">1,50</p>
<p align="center">4,36</p>
<p align="center">3,49</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">2310</p>
<p align="center">1404</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">1295</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">3765</p>
<p align="center">342</p>
<p align="center">995</p>
<p align="center">899</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">3,13</p>
<p align="center">3,12</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">3,78</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">5,34</p>
<p align="center">0,39</p>
<p align="center">1,43</p>
<p align="center">2,19</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">717</p>
<p align="center">712</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">863</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">1219</p>
<p align="center">89</p>
<p align="center">326</p>
<p align="center">500</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">0,151</p>
<p align="center">1,129</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">0,299</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">0,465</p>
<p align="center">0,059</p>
<p align="center">0,842</p>
<p align="center">0,265</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">35</p>
<p align="center">258</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">68</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">106</p>
<p align="center">14</p>
<p align="center">192</p>
<p align="center">61</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">0,047</p>
<p align="center">0,303</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">0,355</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">0,080</p>
<p align="center">0,020</p>
<p align="center">0,094</p>
<p align="center">0,910</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">11</p>
<p align="center">69</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">81</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">18</p>
<p align="center">5</p>
<p align="center">22</p>
<p align="center">44</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">0,201</p>
<p align="center">0,342</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">0,809</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">0,368</p>
<p align="center">0,032</p>
<p align="center">0,197</p>
<p align="center">0,170</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">46</p>
<p align="center">78</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">185</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">84</p>
<p align="center">7</p>
<p align="center">45</p>
<p align="center">39</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">
<h4>Jumlah</h4>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">48,23</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">11011</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">19,39</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">4426</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">3,210</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">734</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">1,090</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">250</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">2,119</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">484</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">
<p align="center"><em>Prosentase</em></p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">100</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">-</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">40,2</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">-</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">6,7</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">-</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">2,3</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">-</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">4,4</p>
</td>
<td width="49" valign="top">
<p align="center">-</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="center"> </p>
<p>Sumber: <em>WEC, Survey of Energy Resources</em>, 1980.</p>
<p>Tabel 1 memperlihatkan angka-angka potensi teoritis, potensi teknis, PLTA yang sudah beroperasi, PLTA dalam konstruksi, dan PLTA yang direncanakan, dalam 10<sup>12</sup> kWh per tahun dan GW, dengan asumsi faktor kapasitas 50% untuk wilayah-wilayah Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin, Asia, Oseania, Australia, dan Eropa. Dari tabel tersebut dapat dilihat baiik potensi teoritis maupun potensi teknis terbesar terdapat di Asia. Akan tetapi jumlah PLTA yang beroperasi terbanyak adalah di Amerika Utara dan Eropa. Untuk potensi dalam konstruksi maupun dalam perencanaan terlihat terbesar di Amerika Latin.</p>
<p><strong>2.3 Sumber Daya Hidro di Indonesia<em> </em></strong></p>
<p>Indonesia termasuk negara yang memiliki sumber daya tenaga air yang cukup besar. Menurut studi yang dilakukan tahun 1983 (tabel 2) seluruh sumber daya tenaga air di Indonesia berjumlah 75,1 MW. Namun dari sumber daya tersebut sekitar 4000 MW merupakan cadangan yang pasti. Dari tabel tersebut terlihat bahwa potensi terbesar terdapat di pulau-pulau Sumatera, Kalimantan, dan Irian Jaya, yang sebagian besar masih terletak jauh dari pusat-pusat beban.</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">Tabel 2. Perkiraan potensi tenaga hidro di Indonesia (<em>dalam 10<sup>3</sup> MW</em>).</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="124" valign="top">
<p align="center">Wilayah</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p align="center">LMK 1968</p>
</td>
<td width="120" valign="top">
<p align="center">INC-WEC 1974</p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="center">HPPS 1983</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="124" valign="top">SumateraKalimantanJawaSulawesi</p>
<p>Irian Jaya</p>
<p>Wilayah lain</td>
<td width="132" valign="top">
<p align="right">6,0</p>
<p align="right">6,0</p>
<p align="right">0,7</p>
<p align="right">5,3</p>
<p align="right">9,5</p>
<p align="right">0,2</p>
</td>
<td width="120" valign="top">
<p align="right">6,8</p>
<p align="right">7,0</p>
<p align="right">4,2</p>
<p align="right">5,6</p>
<p align="right">9,0</p>
<p align="right">0,2</p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="right">15,6</p>
<p align="right">21,6</p>
<p align="right">-</p>
<p align="right">10,2</p>
<p align="right">22,4</p>
<p align="right">1,1</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="124" valign="top">
<h6>Total</h6>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p align="right">27,7</p>
</td>
<td width="120" valign="top">
<p align="right">31,1</p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="right">75,1</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="center"> </p>
<p>Sumber: Notodihardjo, M, &#8220;<em>Peranan Tenaga Air dalam Suatu Pola Terpadu Pengembangan Wilayah Sungai dan Daerah Aliran Sungai</em>&#8220;, Lokakarya Energi, Komite Nasional Indonesia, World energy Conference, Jakarta, 21-24 Juli 1987.</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
<p><strong>2.4 Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro<em></em></strong></p>
<p>Dewasa ini pemanfaatan sumber daya yang terbarukan untuk keperluan pembangkit listrik misalnya tenaga hidro menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar lagi. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor utama diantaranya:</p>
<ol>
<li>Energi hidro merupakan sumber daya yang tidak akan habis selama dunia ini ada, dengan kata lain bahwa tenaga hidro adalah sumber energi yang terbarukan.</li>
<li>Pemanfaatan tenaga hidro tidak membutuhkan biaya pembelian bahan bakar seperti halnya bahan bakar fosil (misalnya bahan bakar minyak dan batubara), sehingga dari segi ekonomi sangat menguntungkan.</li>
<li>Proses pembangkitan energi listrik menggunakan tenaga hidro praktis tidak menimbulkan bahaya pencemaran lingkungan dibandingkan jika menggunakan bahan bakar fosil.</li>
</ol>
<p>Potensi air khususnya sungai yang berada di Indonesia masih banyak yang belum dimanfaatkan. Padahal air sungai dengan alirannya berpotensi untuk membangkitkan energi listrik khususnya untuk daerah sekitar yang belum mendapatkan pasokan listrik dari PLN.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-20" title="gambar5" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar5.jpg?w=495" alt="gambar5"   /></p>
<p align="center">Gambar 5. Turbin mikro hidro jenis Turgo</p>
<p>Seperti diketahui bahwa negara Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Dalam mengelola lahan pertaniannya banyak digunakan pengairan (irigasi). Sistem pengairan atau irigasi ini juga sebenarnya selain untuk mengairi lahan pertanian juga dapat digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Hal ini perlu dikembangkan karena untuk daerah-daerah pedesaan yang sangat jauh dari pusat-pusat pembangkit listrik yang dimiliki PLN, biasanya pemerintah mengalami kesulitan dalam memasok listrik ke daerah-daerah tersebut. Hal ini terutama karena pertimbangan ekonomi. Guna mengatasinya, perlu diterapkan beberapa langkah nyata yaitu membuat pembangkit listrik skala kecil yang tidak harus tergantung dari pasokan listrik PLN, misalnya pembangkit listrik tenaga mikro hidro, pembangkit listrik tenaga angin, dan pembangkit listrik tenaga surya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-19" title="gambar6" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar6.jpg?w=495&#038;h=343" alt="gambar6" width="495" height="343" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 6. Skema pembangkit listrik tenaga mikro hidro.</p>
<p>Pembangkit listrik tenaga mikro hidro pada dasarnya adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) tetapi dalam skala kecil, sehingga kapasitas pembangkitannya juga terbatas. Biasanya kapasitas pembangkitan tenaga listrik yang digolongkan ke dalam pembangkit listrik tenaga mikro hidro berkisar 1 hingga 2000 kW.</p>
<p>Perlengkapan yang dibutuhkan dalam membangun instalasi pembangkit listrik tenaga mikro hidro diantaranya adalah bendungan yang digunakan sebagai pengatur air, pipa penstok, turbin air, generator, transformator, peralatan kendali, peralatan proteksi, dan baterai jika dibutuhkan sebagai penyimpan. Secara garis besar skema pembangkit listrik tenaga mikro hidro diberikan dalam gambar 6.</p>
<p>Tergantung kepada kapasitas generator yang digunakan, maka dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro dapat dibangkit tenaga listrik 1 fase atau 3 fase. Dalam prakteknya, perbaikan pembangkit listrik mikro hidro bukan terletak pada inovasi turbinnya, tetapi pada dua komponen sistemnya yaitu pengendali beban elektronik untuk sistem arus bolak-balik dan inverter untuk sistem penyimpanan dalam baterai.</p>
<p align="center"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<h1>BAB III</h1>
<h1>DESKRIPSI  KARYA</h1>
<p> </p>
<p><strong>3.1 Bahan Penelitian</strong></p>
<p>Bahan atau materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:</p>
<p>1)       Data sungai dengan debit airnya.</p>
<p>2)       Data spesifikasi turbin mikro hidro.</p>
<p>3)       Data spesifikasi generator listrik.</p>
<p>4)       Data beban listrik yang mungkin disuplai.</p>
<p> </p>
<p><strong>3.2 A l a t</strong></p>
<p>Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:</p>
<p>1)       Satu  unit komputer pribadi untuk menjalankan simulasi,</p>
<p>2)       Matlab ver. 6.5 sebagai perangkat lunaknya.</p>
<p>3)       Alat –alat ukur listrik</p>
<p> </p>
<p><strong>3.3 Jalan Penelitian</strong></p>
<p>Dalam penelitian ini dilakulan langkah-langkah yang meliputi studi pustaka, simulasi, dan analisis. Antara langkah yang satu dengan yang lain saling terkait dan tidak dipisah-pisahkan. Untuk lebih jelasnya langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Studi Pustaka</li>
</ol>
<p>                Hal ini dilakukan untuk mendapatkan dasar teori, dasar pemikiran, serta gambaran umum dari sistem yang dibutuhkan sesuai bidang penelitian. Studi pustaka ini dilakukan dengan menggunakan sarana-sarana buku-buku, jurnal-jurnal, literatur-literatur, artikel-artikel ilmiah, beserta yang informasi-informasi lain.</p>
<ol>
<li>Simulasi</li>
</ol>
<p>Pada langkah ini dilakukan simulasi pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Perangkat lunak yang digunakan dalam simulasi yaitu Matlab-Simulink, perangkat lunak standar buatan MathWorks Inc., yang reputasinya tidak diragukan lagi, diharapkan dapat merepresentasikan pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang sebenarnya. Simulasi dilakukan pada perangkat komputer pribadi guna mengetahui dan menguji unjuk kerja serta keluaran-keluaran yang dihasilkan pembangkit berdasarkan data-data yang diberikan.</p>
<p>        3.   Analisis</p>
<p>Analisis dilakukan setelah memperoleh hasil simulasi. Analisis dilakukan didasarkan atas teori-teori yang telah diperoleh. Analisis ini menyangkut bagaimana kinerja dari pembangkit listrik tenaga mikro hidro tersebut untuk data-data spesifikasi debit air, turbin mikro hidro, dan generator, apakah telah benar-benar memberikan output seperti yang diinginkan sehingga dapat melayani beban listrik dalam hal ini perumahan penduduk di pedesaan.</p>
<p>4. Ujicoba dilapangan</p>
<p>Melakukan ujicoba penelitian dimana peralatan yang kita susun diujicobakan dilapangan.</p>
<p> </p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>3.4 Gambaran Umum Sistem</strong></p>
<p>                Secara garis besar gambaran umum pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang digunakan dalam penelitian ini diperlihatkan pada gambar 7.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-22" title="gambar7" src="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar7.jpg?w=495&#038;h=156" alt="gambar7" width="495" height="156" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 7. Diagram blok pembangkit listrik tenaga mikro hidro.</p>
<p> </p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>BAB 4</strong></p>
<p align="center"><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>                Dari hasil penelitian dan pembahasan di atas maka dapat ditarik beberapa  kesimpulan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Dalam peradaban dunia yang sudah sedemikian maju ini sangat ironis jika saudara-saudara kita yang kebetulan tinggal di daerah pedesaan yang jauh terpencil masih belum merasakan pelayanan listrik. Untuk itu perlu suatu usaha untuk mengatasinya, salah satunya dengan membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro.</li>
<li>Pembangkit listrik tenaga mikro hidro dapat diterapkan karena di daerah-daerah terpencil tersebut umumnya banyak terdapat sungai atau saluran irigasi untuk persawahan.</li>
<li>Pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan alternatif yang tepat karena bahan bakar jenis pembangkit ini adalah berupa air yang gratis, sehingga tidak dibutuhkan biaya pengadaan bahan bakar.</li>
<li>Di era industri ini tentunya sangat tepat digunakan pembangkit listrik tenaga mikro hidro, karena merupakan salah satu jenis pembangkit yang ramah lingkungan. Hal ini disebabkan dengan penerapan pembangkit listrik tenaga mikro hidro, maka tidak ada dampak buruk yang diakibatkannya terhadap lingkungan.</li>
<li>Sebelum menerapkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro secara nyata di lapangan, perlu dirancang dan di analisis baik dari segi ekonomis maupun teknisnya. Untuk itu diperlukan suatu perangkat lunak, misalnya perangkat lunak Matlab-Simulink yang digunakan dalam penelitian ini.</li>
</ol>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p> </p>
<p>Anonim, 2000, &#8220;<em>Power System Blockset, For Use with Simulink</em>&#8220;, MathWorks, Inc., Massacussets.</p>
<p>http://<a href="http://www./">www.</a>independent-power.com.</p>
<p>http://<a href="http://www./">www.</a>jade-mtn.com/hydro.html.</p>
<p>http://<a href="http://www.ntu.ac.uk/research/microhydro/index.html">www.ntu.ac.uk/research/microhydro/index.html</a>.</p>
<p>http://<a href="http://www.ntu.ac.uk/research/microhydro/index.html">www.</a>power-options.co.nz/hydro.html.</p>
<p>Kadir, A., 1995, &#8220;<em>Energi: Sumber Daya, Inovasi, Tenaga Listrik, dan Potensi Ekonomi</em>&#8220;, UI-Press, Jakarta.</p>
<p>Notodihardjo, M., 1987, &#8220;Peranan Tenaga Air dalam Suatu Pola Terpadu Pengembangan Wilayah Sungai dan Daerah Aliran Sungai&#8221;, <em>Lokakarya Energi, Komite Nasional Indonesia, World energy Conference</em>, Jakarta.</p>
<p> </p>
<p>Rovero, C., Collins, A., 1998, &#8220;<em>VEPRI Micro-hydro Project: A Win for Everyone</em>&#8220;, the Newsletter of the Int&#8217;l Network of REPSOource, Vol 3, No. 2, 1998, USA.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuriornev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuriornev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuriornev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuriornev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuriornev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuriornev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuriornev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuriornev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuriornev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuriornev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuriornev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuriornev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuriornev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuriornev.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuriornev.wordpress.com&amp;blog=8883298&amp;post=13&amp;subd=yuriornev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuriornev.wordpress.com/2009/10/08/microhydro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9adc2f35c04a700767ce758720f252bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuriornev</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gmabar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gmabar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar41.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuriornev.files.wordpress.com/2009/10/gambar7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar7</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
